Minggu, 01 November 2015

Prinsip Etika dalam Bisnis Serta Etika dan Lingkungan


Etika Bisnis memiliki prinsip-prinsip umum yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang dimaksud. Adapun prinsip prinsip etika bisnis tersebut sebagai berikut :

1.    Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.

2.    Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Namun jika prinsip kejujuran terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait.

3.    Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan yang dipergunakan untuk mengukur bisnis menggunakan etika bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Para pihak ini terklasifikasi ke dalam stakeholder. Oleh karena itu, semua pihak ini harus mendapat akses positif dan sesuai dengan peran yang diberikan oleh masing-masing pihak ini pada bisnis. Semua pihak harus mendapat akses layak dari bisnis. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis : dalam alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan harga yang layak bagi para konsumen, menyepakati harga yang pantas bagi para pemasok bahan dan alat produksi, mendapatkan keuntungan yang wajar bagi pemilik perusahaan dan lain-lain.

4.    Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri
Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri merupakan prinsip yang mengarahkan agar kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan dan tidak akan memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan. Atau dengan pengertian lain Pinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri. Dalam aktivitas bisnis tertentu ke masyarakat merupakan cermin diri bisnis yang bersangkutan. Namun jika bisnis memberikan kontribusi yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu masyarakat memberikan respon sama. Sebaliknya jika bisnis memberikan image yang tidak menyenangkan maka masyarakat tentu tidak menyenangi terhadap bisnis yang bersangkutan. Namun jika para pengelola perusahaan ingin memberikan respek kehormatan terhadap perusahaan, maka lakukanlah respek tersebut para pihak yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Di dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan). 

Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan ini harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai melanggar hak orang lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang.
Dengan hak yang dimilikinya, seseorang dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan dan kepentingannya. Sebagai warga Negara, kita memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Dengan pendidikan, kita akan mewujudkan cita-cita kita. Antara hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Artinya, kita tidak boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban. Sebaliknya, Negara juga tidak boleh berlaku sewenang-wenang dengan menuntut warga Negara menjalankan kewajibannya tanpa pernah memenuhi hak-hak mereka.

Teori Etika Lingkungan 
1.    Teori Antroposentrisme
Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam, baik secara langsung atau tidak langung. 

2.    Teori Ekosentrisme
Ekosentrisme Berkaitan dengan etika lingkungan yang lebih luas. Berbeda dengan biosentrisme yang hanya memusatkan pada etika pada biosentrisme, pada kehidupan seluruhnya, ekosentrisme justru memusatkan etika pada seluruh komunitas ekologis, baik yang hidup maupun tidak. Karena secara ekologis, makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain.

3.    Teori Egosentris
Etika yang mendasarkan diri pada berbagai kepentingan individu (self).Egosentris didasarkan pada keharusan individu untuk memfokuskan diri dengan tindakan apa yang dirasa baik untuk dirinya. Egosentris mengklaim bahwa yang baik bagi individu adalah baik untuk masyarakat. Orientasi etika egosentris bukannya mendasarkan diri pada narsisisme, tetapi lebih didasarkan pada filsafat yang menitikberatkan pada individu atau kelompok privat yang berdiri sendiri secara terpisah seperti “atom sosial” (J. Sudriyanto, 1992:4). Inti dari pandangan egosentris ini, Sonny Keraf (1990:31) menjelaskan:
Bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri. Dengan demikian, etika egosentris mendasarkan diri pada tindakan manusia sebagai pelaku rasional untuk memperlakukan alam menurut insting “netral”. Hal ini didasarkan pada berbagai pandangan “mekanisme” terhadap asumsi yang berkaitan dengan teori sosial liberal.
4.    Teori Biosentrisme
Teori Biosentrisme mengagungkan nilai kehidupan yang ada pada ciptaan, sehingga komunitas moral tidak lagi dapat dibatasi hanya pada ruang lingkup manusia. Mencakup alam sebagai ciptaan sebagai satu kesatuan komunitas hidup (biotic community).

5.    Etika Homosentris
Etika homosentris mendasarkan diri pada kepentingan sebagian masyarakat. Etika ini mendasarkan diri pada berbagai model kepentingan sosial dan pendekatan antara pelaku lingkungan yang melindungi sebagian besar masyarakat manusia.

6.    Etika Ekosentris
Etika ekosentris mendasarkan diri pada kosmos. Menurut etika ekosentris ini, lingkungan secara keseluruhan dinilai pada dirinya sendiri. Etika ini menurut aliran  etis ekologi tingkat tinggi yakni deep ecology, adalah yang paling mungkin sebagai alternatif untuk memecahkan dilema etis ekologis. Menurut ekosentrisme, hal yang paling penting adalah tetap bertahannya semua yang hidup dan yang tidak hidup sebagai komponen ekosistem yang sehat, seperti halnya manusia, semua benda kosmis memiliki tanggung jawab moralnya sendiri (J. Sudriyanto, 1992:243).

7.     Teosentrisme
Teosentrisme merupakan teori etika lingkungan yang lebih memperhatikan lingkungan secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia dengan lingkungan.

8.    Teori  Nikomakea
Teori  Nikomakea memusatkan perhatian pada pentingnya membiasakan berperilaku bajik dan mengembangkan watak yang bajik pula.

9.    Zoosentrisme
Zoosentrisme adalah etika yang menekankan perjuangan hak-hak binatang, karenanya etika ini juga disebut etika pembebasan binatang. Tokoh bidang etika ini adalah Charles Brich. Menurut etika ini, binatang mempunyai hak untuk menikmati kesenangan karena mereka dapat merasa senang dan harus dicegah dari penderitaan. Sehingga bagi para penganut etika ini, rasa senang dan penderitaan binatang dijadikan salah satu standar moral.

10. Antroposentris
Antroposentris yang menekankan segi estetika dari alam dan etika antroposentris yang mengutamakan kepentingan generasi penerus. Etika ekologi dangkal yang berkaitan dengan kepentingan estetika didukung oleh dua tokohnya yaitu Eugene Hargrove dan Mark Sagoff.

Jumat, 19 Juni 2015

TEORI RESENSI (TULISAN)

TEORI RESENSI

Resensi adalah bentuk tulisan yang berupa uraian atau ulasan mengenai nilai (mutu) sebuah buku yang berisi pertimbangan baik buruknya sebuah buku. penulis resensi dapat memberikan gambaran kepada pembaca mengenai perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dimiliki sehingga merangsang pembaca untuk membaca atau memiliki buku tersebut. selain itu, resensi juga membantu penerbit atau pengarang memperkenalkan buku yang baru diterbitkan.

Meresensi buku non fiksi berbeda dengan merensensi buku fiksi. Dalam resensi buku fiksi yang berperan adalah daya apresiasi dan penghayatan. sedangkan yang diperlukan dalam meresensi karya non-fiksi adalah pengetahuan atas bidang ilmu atau topik yang disajikan.

Resesnsi berusaha mengkomunikasikan kepada pembaca tentang kelebihan dan kelemahan buku yang di resensi. Dalam hal ini mengungkapkan alasan-alasannya. Dalam resensi yang terpenting adalah mewartakan gambaran isi buku. Tugas utama sebagai peresensi adalah memperkenalkan buku tersebut sehingga menarik minat khalayak untuk membacanya.

Keuntungan membuat Resensi sebagai berikut :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan dan apa yang dibaca.
2. Belajar sekaligus mempermahir keterampilan menulis.
3. Dapat mempertajam sikap kritis.
4. Dapat mengarahkan minat pembaca dan perensensi itu sendiri.
5. Peresensi memperoleh imbalan dari redaksi surat kabar ataupun pengarang yang bukunya di resensi.

Tipe-tipe Resensi :
1.Meringkas
2.Menjabarkan
3.Menganalisis
4.Membandingkan.
5.Memberikan Penekanan

Unsur-unsur Resensi
1.Judul Resensi
2. Identitas buku terdiri atas :
 a. Judul buku
 b. Penulis buku
 c. Jenis buku
 d. Penerbit
 e. Cetakan dan tahun terbit
 f. tebal buku atau jumlah halaman
3. Sinopsis
4. Keunggulan dan kelemahan buku
5. Kesimpulan

Resensi Novel (TUGAS)

judul novel : cherish cheri
penulis        : Nita Trismaya
penerbit      : plotpoint
tahun terbit : 2013
tebal           : 237 halaman

SINOPSIS

Buku Cherish Cheri ini menceritakan tentang longdistance relationship atau hubungan jarak jauh sepasang kekasih yaitu Mikka dan Cheri. Mikka dan Cheri jadi pacar disaat yang salah: waktu Mikka lulus SMA. Cheri tetap diJakarta dan Mikka kuliah di Melbourne. Kalau dulu Cheri kangen, maka Mikka tinggal naik vespa bututnya kerumah Cheri. Kalau dulu Cheri mau telpon, dia tak perlu bergantung sama koneksi internet untuk skype dengan Mikka. kalau dulu Cheri kesepian, akan selalu ada Mikka disampingnya.

Masalahnya sekarang yang disamping Cheri adalah Ebran. Ebran, cowok baru disekolah, yang mau melakukan apa saja demi Cheri. Semakin Cheri berusaha menjauh, semakin Ebran nekat mendekat. Cheri jadi pusing. Ternyata masalah utama LDR bukan cuma rindu beda waktu atau rindu yang ribuan kilometer jauhnya. Masalah utamanya cuma satu : siapa yang benar benar Cheri butuhkan?

UNSUR INSTRINSIK NOVEL

Tema : longdistance relationship
Latar Belakang : sekolah, rumah cheri, restoran, lapang futsal, pasar, bis, mall dan jalanan ibu kota.
waktu : pagi hingga malam.
suasana : menyenangkan, mengharukan, hingga menegangkan.
alur : Novel ini menggunakan alur maju.
gaya bahasa : menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.
penokohan : 1) Cheri : Gadis cantik, imut, enerjik, bawel, dan suka makan. 2) Mikka : cowo berantakan dengan vespa bututnya, kurus, kocak dan sayang cheri.  3) ebran : cowo berbadang tegap dan besar, cool, disukai cewe cewe, dan dia menyukai cheri. 4) abah : kakek cheri yang senang main catur, senang bercerita dan terkadang pikun. 5) Teman-teman Cheri : suka makan, annoying, baik, kocak, bokek.

Kelebihan Novel

Dalam novel ini, terdapat kata-kata yang membuat kita terinsipirasi untuk lebih menghargai lagi suatu hubungan. Ditambah lagi penggunaan bahasa yang mudah dimengerti dan penempatan setting waktu dan tempat yang sangat detail.

Kekurangan Novel

Pada novel ini terdapat penggunaan kata yang diulang ulang pemakaiannya, sehingga membuat pembaca berpikir bahwa penulis kurang kreatif dalam menulis.

Sabtu, 25 April 2015

TULISAN

Teori-Teori Laporan

1. Pengertian Laporan
Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan dan pemberitahuan ataupun pertanggung jawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka.

2. Sistematika Laporan
Laporan lengkap yang lengkap harus dapat menjawab semua laporan mengenai : Apa, mengapa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Urutan isi laporan seharusnya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan sbb :

1. Pendahuluan
1) Latar belakang kegiatan
2) Dasar hukum kegiatan
3) Apa maksud dan tujuan kegiatan
4) Ruang lingkup isi laporan

2. Isi Laporan
1) Jenis Kegiatan
2) Tempat dan waktu kegiatan
3) Petugas kegiatan
4) Persiapan dan rencana kegiatan
5) Peserta kegiatan
6) Pelaksanaan kegiatan
7) Kesulitan dan hambatan
8) Hasil kegiatan
9) Kesimpulam dan saran

3. Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terimakasih yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat

kamalrifasya.blogspot.com/2012/05/apa-itu-laporan.html

TULISAN

TEORI-TEORI PROPOSAL

Pengertian Proposal

Proposal adalah suatu usulan kegiatan atau rencana yang diterangkan dalam bentuk rancangan kerja secara terperinci dan sistematis yang akan dilaksanakan atau dikerjakan. Proposal dibuat untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan atau dikerjakan. Proposal dibuat untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan pihak lain. Namun adakalanya proposal juga dibuat untuk memohon bantuan dana.

Jenis-Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu :

1. Proposal Formal
2. Proposal Semiformal

Proposal Formal
Proposal formal disusun secara lengkap meliputi tiga bagian utama yaitu :

- Bagian pelengkap pendahuluan
- Isi proposal
- Bagian penutup

Proposal Semiformal
Proposal semiformal terbagi menjadi dua jenis yaitu, proposal kegiatan uum dan proposal kegiatan ilmiah sederhana.

www.contohpedia.com/2014/08/pengertian-definisi-proposal-jenis-dan-tujuan.html

TUGAS

LAPORAN PRAKTIKUM RADIASI


1. TUJUAN
Membuktikan cara perpindahan kalor secara radiasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

II. LANDASAN TEORI

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Apabila kalor radiasi mengenai suatu benda, benda itu dapat meneruskan , memantulkan atau menyerap kalor yang di pancarkan. Zat yang meneruskan kalor dan zat tersebut tidak menjadi panas disebut zat diaterman, misal udara. Zat yang menyerap kalor dan zat tersebut menjadi panas disebut zat aterman. misal gelas dan air.

III. ALAT DAN BAHAN
- korek api
-beberapa batang lilin
- buku / kertas sebagai penghalang

IV. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Menyalakan api dengan menyalakan lilin
3. Arahkan ke dua telapak tangan pada lilin, dekatkan dan jauhkan
4. Buku / kertas sebagai penghalang

V. PEMBAHASAN

Ketika telapak tangan di dekatkan ke api, telapak tangan terasa panas, sedangkan ketika dijauhkan tangan terasa lebih hangat. dan ketika diberi penghalang atau pelindung, tanganpun terasa lebih hangat.

VI. KESIMPULAN

1. Radiasi terjadi tanpa melalui zat perantara.
2. Faktor yang mempengaruhi radiasi yaitu waktu, jarak, dan pelindung.


http://praktikum-laporan.blogspot.com/2014/12/contoh-laporan-praktikum.html

TUGAS

PROPOSAL KEGIATAN FESTIVAL PENTAS SENI DAN BUDAYA

1. LATAR BELAKANG
     Seiring perkembangan waktu dan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta kurangnya minat dan perhatian para pemuda terhadp seni dan budaya asli milik indonesia yang semestinya kita lestarikan kini tenggelam di tengah-tengah begitu kuatnya budaya asing yang masuk hingga ke pelosok-pelosok desa. Hanya sedikit saja ada seorang remaja ataupun pemuda kita yang bisa membawakan tarian tradisional dan sesuatu yang aneh jika kita menemukan seseorang yang berpakaian batik dalam kesehariannya. Pergeseran adat dan budaya tampaknya telah merubah wajah anak-anak negeri yang lebih memilih budaya asing untuk mereka banggakan. Masuknya budaya barat yang mendapat respon positif dari kalangan remaja tanpa adanya filter dan penyeimbang dari budaya lokal mengakibatkan para remaja, pemuda dan sebagian besar masyarakat mengalamikerancuan dalam memahami dan membedakan antara budaya asli milik Indonesia dengan budaya asing. Melihat kondisi dan fakta di atas pantas kiranya kita memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan tersebut dan inilah yang menjadi latar belakang kami sebagai organisasi mahasiswa  "Indonesia Sosial Komunitas" (INSOSKOM) akan menyelenggarakan kegiatan festival lintaskampus dan pentas seni dan budaya.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Indonesia Sosial Komunitas selaku organisasi kepemudaan dan mahasiswa ingin mengadakan acara Festival lintas kampus dan pentas seni budaya yang bertujuan untuk :
A. Untuk memperingati dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Yang ke 69
B. Untuk melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya asli Indonesia
C. Untuk membangun kerjasama dan membangun kreativitas para pemuda.

III. KEGIATAN

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN 

Pentas seni dan budaya ini akan dilaksanakan pada :

Hari       :
Tanggal :
Waktu   : 10.00 s/d selesai
Tempat :  Gedung aula Universitas Bina Karya

SUSUNAN ACARA

Terlampir

SUSUNAN PANITIA

Terlampir

IV. ANGGARAN

Terlampir


http://makalahproposal.blogspot.com/2014/04/contoh-proposal-kegiatan.html