Kamis, 02 Mei 2013

Have Something Done_Tugas 2



HAVE SOMETHING DONE
Kita bisa melihat dalam dua contoh kalimat di sini, apa perbedaan arti diantar kedua kalimat ini.
“i cut my hair”
“i have my hair cut”
“i cut my hair” berarti bahwa yang memotong rambut adalah saya.
“i have my hair cut” berarti bahwa seseorang memotong rambut saya untuk saya (dalam hal ini seorang penata rambut).
Kita menggunakan have something done untuk mengartikan seseorang melakukan sesuatu untuk diri kita. Dalam grammar untuk ini cukup sederahana:
Have + Object + Past Participle
Di bawah ini kita akan melihat beberepa contoh lainnya.
“we didin’t want to cook so we had a pizza delivered”
“i had my car washed at that new place by the station”
“i had my watch fixed”
Kita selalu menggunakan “get” (dalam bahasa inggris) di samping itu “had” dan memliki arti yang tetap sama. Kalimatnya seperti di bawah ini:
“we didn’t want to cook so we had a pizza delivered”
“i got my car washed at that new place by the station”
“i got my watch fixed”

FUTURE ( Masa Depan )
“i had my watch fixed” jelaskan tentang past tersebut. Dalam grammarnya: S + had + my + O
“i am going to have/get my watch fixed” jelaskan future tersebut. Dalam grammarnya:
S + to be + V1ing + have/get + my + O
“going to” jelaskan tentang future yang menggunakan metode been.
Kita menggunakan “will” untuk  sesuatu dan itu hanya menggunakan metode been:
“i just noticed dirty my suit is. I will have/get it cleaned soon”.


QUESTIONS ( Pertanyaan )
Bayangkan jika kamu menyukai potongan rambut baru teman kamu, dan kamu bertanya padanya: “di mana kamu mendapatkan potongan tersebut?”
Mungkin kamu jalan ke depan utnuk ke gedung baru itu dan kamu berfikir ini sudah waktunya untuk memtong rambut, kamu bisa bertanya padanya: “di mana aku bisa mendapatkan potongan rambut seperti itu?”

Rabu, 03 April 2013

DIRECT AND INDERECT

15212743
PUSPITA SARI GORANTOKAN
1EA20

v    PENGERTIAN DIRECT AND INDIRECT
 
Direct and Indirect Speech

Direct speech and Indirect Sentences
Direct speech (Direct Speech) is a sentence when reported speech stating the actual words. Sentences are not connected by "that" it should be with (punctuation) commas.
Sentence (indirect speech) are sentences which when reported speech gives the substance of the words used by the speaker and not the actual words. In indirect speech sentences are associated with the word "that".
Tense reporting verb is not changed, but the present tense reported speech should be modified based on the form of a reporting verb.
 
v    CONTOH SOAL DIRECT AND INDERCT
 
Direct Indirect speech
1. Ryan said, “ My brother is sick.”
2. Ani Asked, “ Where is my bag?”
3. The man said, “ I did not steal the money.”
4. The boy said,” I was absent yesterday.”
5. John asked me, “ Did your father see me ?”
               
Change into Direct Speech!
1. Doctor said that I have to eat more fruit and vegetable.
2. Eka asked her friend if she can help her.
3. He said that he had a present for me in his bag.
4. My friend asked me if I could help him find a hotel.
5. She told the children not to make noise.
v    TIPS DIRECT AND INDIRECT
 
V1 –> V2
V2 –> PAST PERFECT
The first form of the verb can form simple present (v1), present continuous (tobe (v1) + Ving), simple future (will (v1) + inf).
     Verbs that changed was that occur after the Subject
     If it's Past Perfect (past perfect / past perfect continuous) means is fixed, can not be changed anymore.

First example:

Direct Speech: Abdul says: "I have been sleeping for 3 hours"
Indirect Speech: Abdul Said that he had been sleeping for 3 hours

So we use the first formula: the word replacing occur after the subject (V1 -> V2) have aliases -> had. The change is actually happening is the present perfect tense -> Past Perfect tense.

Example two:

Direct Speech: Rashid ACKs me: "did you come to school yesterday?"
Indirect Speech: Rashid asked me if I had come to school the day before.

The formula we use: V2 -> Past perfect. The changes that happened is that of Simple Past tense to Past Perfect tense. Note: you know why not come that changed?'s In the example sentence that occur after the subject is come? it is because the format of questions. Aselinya right: you came to school yesterday. geto;-p

Third example:

Direct Speech: Gafur says: "I will have finished my duty in the end of this month"
Indirect Speech: Gafur said that he would have finished his duty in the end of this month.

The formula that we use is the first one: V1 (will) -> V2 (would). Change is a Past future perfect tense future perfect tense. But then again we do not need to memorize it, just to understand the pattern of the principles I wrote above.

·         Give the wrapping or container that is not exposed to dust. In addition, avoid direct collision. The container should also have a hole to keep the heat from electronic goods to come out.
·         Use a cloth of fine cloth as well glasses to wipe the screen or other parts.
·         Use the special cleaning fluid / lens cleaner to clean the stain on the screen.
·         Give enough time for the electronics to remove the heat after being worn in a long time.
·         Keep electronics in a fairly cool but not humid because humidity can accelerate damage to electronics.
·         Avoid direct exposure to the sun and heat rooms. Excessive heat can damage the components are there. Examples of the room is the room hot car parked in the sun.
·         If you do not understand how to repair electronic items, take it to a service that really be trusted, or service the product.
·         Keep your electronics warranty card. Generally, you get a chance free service or product maintenance. This cost-effective way to keep your electronics can wear.
·         Avoid moving electronic goods sized or large it is turned on. Instead, put in standby or hibernate mode (if any).
·         Keep electronic items of food and drink. Who knows when the food or drink can contaminate even damage your electronics.

Senin, 14 Januari 2013

Suku Banyak Banyadu Kalimantan Barat


Nama : Puspita Sari Gorantokan
NPM  : 15212743
           Suku Dayak Banyadu
                  Suku Dayak Banyadu atau Dayak Banyuke adalah salahsatu sub-suku Dayak yang mendiami kawasan Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Istilah "Suku Dayak Banyadu" diambil dari istilah dalam bahasa mereka sendiri yaitu asal kata " Nyadu" yang artinya " Tidak" kata ini digunakan sebagai istilah pembeda dialek dengan dialek Dayak lainnya, sementara istilah "Dayak Banyuke" diambil dari nama Bandong orang Banyadu Jaman dulu yang pada saat ini hanya berupa sebuah kampung yang terletak di desa Samade kecamatan Banyuke hulu. Dayak Banyadu sendiri merupakan salah satu anak suku dalam keluarga Dayak Kanayatn. Jika diperhatikan dari bahasanya Dayak Banyadu bersama Dayak Bakati merupakan transisi antara keluarga Dayak kanayatn dengan keluarga Dayak Bidayuh dimana sebagian bahasanya mirip atau sama dengan bahasa kanayatn dan sebagian lagi mirip atau sama dengan bahasa bidayuh. umumnya bunyi vokal bahasa banyadu yang sama dengan bahasa keluarga Dayak Kanayatn lainnya cenderung berbunyi ke vokal " U " misal kata " ada " dalam bahasa kanayatn lainnya pada Kanayatn Banyadu menjadi "Adu" kata " sama" menjadi "Samu" kata "Datakng" menjadi "Dutukng", "pesan' menjadi "pesun', "asap' menjadi "asup", "dalam" menjadi "dalum/darupm", "malam' menjadi "malum/ marupm", dan lain-lain.



                Budaya
            Adat budaya masyarakat Banyadu umumnya sama dengan adat Dayak rumpun Klemantan lainnya, yang membedakannya hanya pada istilah penyebutannya saja. Salah satu Adat budayanya yakni baliatn umumnya dijalankan dengan menggunakan bahasa Dayak Kanayatn yang berdialek Bananna meskipun dukun baliannya asli orang Banyadu. Inilah salah satu alasan disamping bahasanya yang menyebabkan Dayak Banyadu di kelompokan ke dalam keluarga Dayak Kanayatn. Sebagaimana masyarakat Dayak lainnya pada masa lampau Orang banyadu juga tinggal di rumah-rumah panjang (rumah Betang atau rumah Bantang) namun sekarang ini tidak ada satupun desa mereka yang masih menyisakannya. Ketika orang Banyadu mendirikan rumah tinggal tunggal (Lamin atau Ramin). Mereka membuat rumah mereka masih             mirip rumah panjang, hal ini dilihat dari bentuknya yang juga memanjang hanya saja panjangnya tidak sepanjang rumah panjang komunal. Sampai saat ini rumah-rumah panjang tunggal ini masih ada di beberapa desa saja.


Agama
         Sistem religi orang Banyadu adalah agama adat atau dalam istilah masyarakat Dayak Kalimantan tengah disebut Kaharingan. Sistem kepercayaan ini sudah monoteis yang mana berpusat pada satu Tuhan yang disebut Jubata. Dalam mengontrol dunia Jubata di bantu oleh sangiakng-sangiakng atau semacam malaikat pada agama samawi. Ketika imam Banyadu melakukan ritual agama adat sering nama Jubata disebut-sebut sebagai jubata yang digunung ini, atau gunung itu di daerah ini atau daerah itu, hal ini tidaklah bearti bahwa Jubata tersebut banyak jumlahnya namun lebih bermakna bahwa sang kuasa ( Tuhan ) ada dimana-mana atau berkuasa atas segala sesuatu. Jubata pada masyarakat Dayak Banyadu seperti pada masyarakat Dayak kanayatn lainnya disebut-sebut berdiam atau tinggal di surga atas (saruga samo) atau di lapisan langit ketujuh atau secara khusus disebut dengan istilah Sabayatn. Dimasa sekarang orang Banyadu adalah penganut Kristen Katholik, Kristen Protestan dan sisanya pengikut agama adat (Kaharingan).


Kawasan
             Masyarakat Dayak Banyadu banyak bermukim di daerah kecamatan Banyuke hulu, Banyuke Darit, Meranti, dan di kecamatan Ngabang, di Kota Ngabang Kabupaten Landak serta di kecamatan Teriak,di kota Bengkayang, di beberapa desa di kecamatan Samalantan dan di desa-desa transmigrasi di seluruh Kabupaten Bengkayang serta di Kecamatan Tayan Hulu, kota Sosok, dan Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Kapuas dan juga terdapat di Taiwan (China Taipei). Keturunan Dayak Banyadu yang terdapat di Taiwan Juga berasal dari Kalimantan Barat, nenek moyang orang Banyadu yang pergi ke Taiwan tersebut membawaserta anak dan istrinya, mereka berangkat bersama sejumlah orang Tionghoa Kalimantan barat yang diangkut dengan sejumlah kapal laut oleh tentara VOC Belanda kuranglebih telah 400 tahun yang lalu, dan di pekerjakan di perkebunan milik VOC di Taiwan.
Sebelum orang banyadu menyebar mendiami pedalaman daerah Landak, Bengkayang dan Sanggau kapuas, orang Banyadu mendiami daerah asalnya di daerah Banyuke hulu di Kecamatan Banyuke Hulu kabupaten Landak Kalimantan barat sekarang. Dimasa dahulu seluruh orang banyadu ini mendiami sebuah kampung besar (Bandong) atau semacam kota dijaman Banyadu purba.kampung besar atau kota atau dalam istilah Dayak Banyadunya disebut BANNOKNG

Tarian Suku Dayak Kalimantan Tengah


Nama : Puspita Sari Gorantokan
NPM :15212743

Sinopsis Ragam Tarian Suku Dayak Kalimantan Tengah

             Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan suku Dayak sebagai penduduk aslinya Kaya dengan keaneka ragaman seni budaya peninggalan masa lalu. Satu dari kearifan khasanah budaya warisan nenek moyang tersebut terkandung dalam ragam seni tarian yaitu diantaranya :
1.      Tari Wadian Amun Rahu
      Tarian ini pada mulanya adalah sebuah tarian tradisional asal suku Dayak Kalimantan Tengah yang bersifat sakral, magis, dan religious. Tarian yang biasa dimainkan oleh  kaum perempuan ini pada masa lampau di maknai sebagai prosesi adat untuk menghantarkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, setelah selesai panen padi.
        Selain itu tarian ini juga sering di lakukan sebagai salah satu prasyarat tata cara penyembuhan seorang yg menderita penyakit. Ciri khas dari tarian wadian Amun Rahu terlihat pada penggunaan tata busananya yang di dominasi warna merah dah putih sebagai perlambang keagungan Sang Maha Pencipta.

2.      Tari Jarangkang Bango
       Tarian ini merupakan tari kreasi baru yang di adaptasi dari tarian suku dayak di pedalaman Kalimantan Tengah dengan nama yang sama. Di daerah tersebut, tarian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak. Jarangkang Bango merupakan perangkat tari berupa benda yang di buat dari batok kelapa yang di belah dua, kemudian di lubangi untuk mengaitkan tali pegangan. Perangkat ini kemudian di gunakan oleh para penari sebagai property utama dalam tarian ini. Tarian ini menunjukan sebuah kebersamanaan dan kekompakan serta solidaritas anak-anak suku Dayak Kalimantan Tengah dalam hidup bermasyarakat.